Ini agak lebay guys. Padahal sudah lama gak bisa kemari cuman gara-gara lupa email mana yang buat masuk apalagi passwordnya. Tapi puji syukur bisa kembali. Ini blog yang menemani masa remajaku yang biasa-biasa aja, ahaiydek. Oke, doakan aku ya biar konsisten menulis mengenai apapun yang aku suka, semoga berkenan di hati kalean.
Kamis, 24 Januari 2019
Minggu, 07 September 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 20.35 with 1 comment
Jam tujuh belum genap, embun pagi enggan beranjak
dari tempat peristirahatannya
Ranting-ranting pohon bergoyang, diterpa semilir
Menggugurkan dedaunan yang tak berdosa, hempas
Ku pandangi sekitar, hanya nampak beberapa orang
berlalu lalang
Tapak sepatu berbunyi senada beriringan, membawa pesan-pesan
batin yang tak terukur
Ku lihat, paras pemimpi-pemimpi gagah dan tangguh
terpancar
Ku sempatkan memutar rekaman, hanya beberapa bulan
sebelum saat ini
Dan kuresapi, tiap-tiap detik. Aku bermimpi
Aku pernah bermimpi, atau mungkin masih bermimpi
Atau, jejakku masih belum berpijak di bumi
Pada angin, ingin ku sampaikan
Aku benar-benar bangga
Padamu pula
aku sampaikan, untuk setia menjaga hati rapuhku ini
Untuk tetap setia menjaga asa, menjaga dari sayatan-sayatan
belati kehidupan
Aku hanya seonggok tulang-belulang
Tanpa mu aku maya
Padamu, angin-angin bersahaja, temani daku meraih
cita
(1 September 2014, Aku
bangga menjadi bagian pejuang mimpi-mimpi besar di Jurusan Sastra Indonesia,
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.)
Sabtu, 17 Mei 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 04.44 with 1 comment
Selamat tengah malem menjelang subuh...
Sambil menunggu sang fajar bangun dari tidurnya, saya akan nulis blog setelah lama ndak nulis akibat sibuk memikirkan ketidakpastian.. ya, beberapa bulan ke depan bakal jadi anak kuliahan. ya gini nih, bingung mau ngapain. berhubung saya orangnya introvert, jadi bisanya cuman nulis. bahkan, kegiatan saya nulis di blog saya sendiri pun ada juga yang ngecibir, oke cibiran anda emang sih saya dengar (dan saya baca) tapi gak sedikit pun saya pikirin, haha tenang aja.
oke back to the topic
Hidup. ada beberapa pertanyaan abadi yang bakal saya tanya-tanyakan pada pikiran saya, Apa maksud dan tujuan hidup? sempet terbesit juga pertanyaan-pertanyaan gak jelas, seperti "Kenapa manusia hidup?" "Kenapa manusia memiliki sifat yang berbeda-beda?" "Kenapa manusia pengen ini itu dan punya cita-cita?" "Kenapa manusia bisa ngayal?" "Kenapa manusia harus sekolah,kerja dan cari duit?" "Kenapa manusia kawin?" "Kenapa manusia makan,minum,tidur,bernafas?" dll. secara garis besarnya "Kenapa diciptakan sandiwara dan drama ini, yang bernama kehidupan?" dan beberapa pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh diri sendiri dan Tuhan.
hal itu muncul karena dipicu oleh berbagai spekulasi, tentang kehidupan sekitar,pengalaman, dan kemauan diri sendiri. yang aku bingungin ya, kenapa keinginan kita itu semuanya kagak ada yang terkabul dengan mudah? hahaha ngimpi banget kan..lo pikir ini dunia doraemon!! *ngomongsmdirisendiri..
Apa ini ya maksud dan tujuan hidup? harus berusaha mendapatkan keinginan kita. tapi ak pernah denger dari guru sd gw, (*say hello to MI Islamiyah..) bahwa tujuan diciptakanya manusia adalah untuk menyembah Allah SWT... tapi kenapa semua kok melenceng??! kalau begitu mengapa diciptakan manusia dengan agama dan kepercayaan pd tuhan yg berbeda-beda? kenapa? whaiy....eh why??
Pernah sih ngayal, andaikan nabi Adam dulu gak bego-bego amat..gak nurutin apa maunya setan makan buah Khuldi yang dilaknat itu. pasti deh kita-kita para homo sapiens bakal enak hidup di surga...minta ini itu kesampaian yakan? kayak punya kantong ajaib dan jin yg di aladin itu tuh. oh my I can't imagine that!! (serius merinding ngebayanginya). tapi apa mau dikata...takdir berkata lain..eh Tapi cerita nabi Adam bener kan ya? apa cuma di Islam aja diberitahu? Ya inti dari cerita Adam itu yakni, jangan gampang terprovokasi sama omongan orang..palagi orang-orang yang gak penting, yang sok tau ini itu belagak bener dan sok kenal kita padahal gak kenal.
sebenarnya hidup ini mudah kok.. asalkan otak kita gak ngebuatnya njelimet, yg ngebuat berat dan nyusahin kita itu cuma otak kita...benda mati yg lembek berwarna merah muda keputih-putihan yang beratnya gak sampe 2 ons yang berperan paling besar yang ngebuat kita susah jalanin hidup, ngebuat stress dan perasaan gak mengenakan lainya...
hidup ya hidup, gak bisa diartikan. meskipun ada beberapa orang yg mengartikan hidup itu proses, anugerah, kompetisi dll.. tpi hidup ya hidup gak bisa diartikan.
kalau bicara proses, ada tuh proses hidup. suatu rentang dimana kita menjalani kehidupan. pastilah kita semua pada mengharapkan proses mulus semulus paha cabe-cabean. tapi kadang proses itu susah... ya sih bener sih gampang kalau baca artikel motivasi, apalagi ndengerin dongeng minggu malemnya Mario Teguh yg ngebikin kita bersugesti dengan yakin bahwa aku bisa jadi pribadi baik, aku bisa menjalani rintagan hidup, aku bisa..aku bisa..aku bisa...tapi beberapa jam setelah acara itu selesai dan ada masalah...langsung deh bubar barisan motivasi dan keyakinan "aku bisa" itu.....intinya meng-implementasikan motivasi dalam kehidupan nyata itu susah....banget...kebangetan susahnya... yaudah deh sesusah apapun ya tetep harus dijalanin, dinikmatin ae lah...
oke untuk menutup refleksi, akan ada quote...cukup ngena sih..
" Belajarlah untuk hidup susah, karena untuk hidup mudah itu gak perlu belajar, semua orang pasti bisa "
oke sekian, maaf kalau ada salah...
Sambil menunggu sang fajar bangun dari tidurnya, saya akan nulis blog setelah lama ndak nulis akibat sibuk memikirkan ketidakpastian.. ya, beberapa bulan ke depan bakal jadi anak kuliahan. ya gini nih, bingung mau ngapain. berhubung saya orangnya introvert, jadi bisanya cuman nulis. bahkan, kegiatan saya nulis di blog saya sendiri pun ada juga yang ngecibir, oke cibiran anda emang sih saya dengar (dan saya baca) tapi gak sedikit pun saya pikirin, haha tenang aja.
oke back to the topic
Hidup. ada beberapa pertanyaan abadi yang bakal saya tanya-tanyakan pada pikiran saya, Apa maksud dan tujuan hidup? sempet terbesit juga pertanyaan-pertanyaan gak jelas, seperti "Kenapa manusia hidup?" "Kenapa manusia memiliki sifat yang berbeda-beda?" "Kenapa manusia pengen ini itu dan punya cita-cita?" "Kenapa manusia bisa ngayal?" "Kenapa manusia harus sekolah,kerja dan cari duit?" "Kenapa manusia kawin?" "Kenapa manusia makan,minum,tidur,bernafas?" dll. secara garis besarnya "Kenapa diciptakan sandiwara dan drama ini, yang bernama kehidupan?" dan beberapa pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh diri sendiri dan Tuhan.
hal itu muncul karena dipicu oleh berbagai spekulasi, tentang kehidupan sekitar,pengalaman, dan kemauan diri sendiri. yang aku bingungin ya, kenapa keinginan kita itu semuanya kagak ada yang terkabul dengan mudah? hahaha ngimpi banget kan..lo pikir ini dunia doraemon!! *ngomongsmdirisendiri..
Apa ini ya maksud dan tujuan hidup? harus berusaha mendapatkan keinginan kita. tapi ak pernah denger dari guru sd gw, (*say hello to MI Islamiyah..) bahwa tujuan diciptakanya manusia adalah untuk menyembah Allah SWT... tapi kenapa semua kok melenceng??! kalau begitu mengapa diciptakan manusia dengan agama dan kepercayaan pd tuhan yg berbeda-beda? kenapa? whaiy....eh why??
Pernah sih ngayal, andaikan nabi Adam dulu gak bego-bego amat..gak nurutin apa maunya setan makan buah Khuldi yang dilaknat itu. pasti deh kita-kita para homo sapiens bakal enak hidup di surga...minta ini itu kesampaian yakan? kayak punya kantong ajaib dan jin yg di aladin itu tuh. oh my I can't imagine that!! (serius merinding ngebayanginya). tapi apa mau dikata...takdir berkata lain..eh Tapi cerita nabi Adam bener kan ya? apa cuma di Islam aja diberitahu? Ya inti dari cerita Adam itu yakni, jangan gampang terprovokasi sama omongan orang..palagi orang-orang yang gak penting, yang sok tau ini itu belagak bener dan sok kenal kita padahal gak kenal.
sebenarnya hidup ini mudah kok.. asalkan otak kita gak ngebuatnya njelimet, yg ngebuat berat dan nyusahin kita itu cuma otak kita...benda mati yg lembek berwarna merah muda keputih-putihan yang beratnya gak sampe 2 ons yang berperan paling besar yang ngebuat kita susah jalanin hidup, ngebuat stress dan perasaan gak mengenakan lainya...
hidup ya hidup, gak bisa diartikan. meskipun ada beberapa orang yg mengartikan hidup itu proses, anugerah, kompetisi dll.. tpi hidup ya hidup gak bisa diartikan.
kalau bicara proses, ada tuh proses hidup. suatu rentang dimana kita menjalani kehidupan. pastilah kita semua pada mengharapkan proses mulus semulus paha cabe-cabean. tapi kadang proses itu susah... ya sih bener sih gampang kalau baca artikel motivasi, apalagi ndengerin dongeng minggu malemnya Mario Teguh yg ngebikin kita bersugesti dengan yakin bahwa aku bisa jadi pribadi baik, aku bisa menjalani rintagan hidup, aku bisa..aku bisa..aku bisa...tapi beberapa jam setelah acara itu selesai dan ada masalah...langsung deh bubar barisan motivasi dan keyakinan "aku bisa" itu.....intinya meng-implementasikan motivasi dalam kehidupan nyata itu susah....banget...kebangetan susahnya... yaudah deh sesusah apapun ya tetep harus dijalanin, dinikmatin ae lah...
oke untuk menutup refleksi, akan ada quote...cukup ngena sih..
" Belajarlah untuk hidup susah, karena untuk hidup mudah itu gak perlu belajar, semua orang pasti bisa "
oke sekian, maaf kalau ada salah...
Minggu, 20 April 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 22.55 with 1 comment
Ragaku tak sedang harmonis dengan jiwaku sekarang.
Mereka berada di dimensi berbeda.
Entah apa yang membuat mereka tak akur saat ini.
Hati bisa menjawabnya, karena ia jujur, tak memihak keduanya.
Hatiku membisik, Oh ternyata itu sebabnya.
Sebuah peristiwa di tanah surga, matahari bangun lima kali, menjual gamelan untuk membeli dupa.
Penuh emosi.
Tapi semua berlalu, aku tak sengaja membawa buah kehidupan
Rasanya manis, lebih nikmat.
Mereka berada di dimensi berbeda.
Entah apa yang membuat mereka tak akur saat ini.
Hati bisa menjawabnya, karena ia jujur, tak memihak keduanya.
Hatiku membisik, Oh ternyata itu sebabnya.
Sebuah peristiwa di tanah surga, matahari bangun lima kali, menjual gamelan untuk membeli dupa.
Penuh emosi.
Tapi semua berlalu, aku tak sengaja membawa buah kehidupan
Rasanya manis, lebih nikmat.
Selasa, 08 April 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 19.45 with 2 comments
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera..
H-6 Ujian Nasional untuk seluruh siswa SMA/MA seluruh
Indonesia. Bagaimana perasaan anda? Kali ini saya akan membahas-bahas tentang
Ujian Nasional yang sebetulnya kurang penting diterapkan sebagai standart
kelulusan sekolah.
Ujian Nasional sudah lama menjadi momok bagi seluruh siswa
se-Indonesia kali .UN ini bagaikan monster raksasa di bayangan kita. Bagaimana
tidak, misal SMA, belajar 3 Tahun yang amat melelahkan hanya ditentukan 3 Hari
untuk kelulusan. Kalau begitu kenapa nggak sekolahnya cuman 1 tahun buat
bahas-bahas materi UN itu doang? Intinya UN hanya akan menjadi ‘Momok’ bagi
para siswa, tidak lebih.
Saya bisa berargumen begitu karena saya sudah SMA kali ya.
Sharing pengalaman, Dulu waktu SD, dibayangan saya UN (tapi dulu namanya UASBN)
adalah hal yang menakutkan, amat sangat bahkan. Dengan bayang-banyang itulah
membuat saya tiap hari belajar, ikut les, sekolah sampai pulang jam 3, dirumah
latihan soal, berdo’a kenceng banget, sholat malam terus, pokoknya tiada hari
tanpa belajar ( FYI, di SD saya termasuk golongan murid rajin,pinter,alim,heheh
*abaikan) Dan dengan usaha itu akhirnya bisa mengikuti UN dengan baik dan
lancar, Puji syukur dapat hasil memuaskan dan mengantarkan saya masuk ke SMPN
Favorit saya sejak dulu.
Pada Masa SMP beda lagi, saya menganggap UN (waktu itu
namanya UAN) adalah cara pembuktian diri. Maka dari itu saya dengan keras
berjuang untuk membuktikan diri kalau saya bisa. Apalagi waktu awal masuk kelas
9, saya sudah bersemangatlah ceritanya untuk belajar, sekolah-les dari pagi sampai
pulang magrhib, ikut Try Out, kemana-mana bawa buku detik-detik dan kumpulan
soal. Pokoknya sudah ada semangat bergelora membara di benak saya, sudah tidak
menjadikan UN sebagai momok menakutkan lagi sewaktu di SD, tapi berubah menjadi
cara pembuktian diri. Dan hasilnya, memuaskan! Dengan rata-rata 9, akhirnya ‘nilai’
itu membawa saya masuk dalam SMAN favorit di kota saya.
Nah sekarang, saat SMA. Entah apa gara-gara otak saya sudah
banyak terkontaminasi konten-konten dan sugesti negatif, atau gara-gara otak
saya lelah melahap pelajaran-pelajaran akademik dengan sistem menghafal ini
selama belasan tahun? saya menganggap UN tidak penting. Sudah tidak semangat
dan tidak ‘ndredeg’, passion nya enggak ada. bukan meremehkan ya, tapi jujur
dalam hati saya tidak menemukan sesuatu nan bergairah yang bisa membuat saya
semangat belajar UN SMA ini. Otak saya berubah, dulu pengen les, dulu pengen beli
buku latihan soal, dulu pengen dapet nilai sempurna pas UN, dulu pengen belajar
terus, sekarang? Wallahu ‘alam. Hanya tuhan,orang tua dan teman-teman sekelas
yang tahu. Apalagi ada Ideologi “Belajar
bukan tentang menghafal rumus dan kata-kata doang, melainkan proses hidup itu
sendiri” dan “Nikmatilah hidupmu, karena hidup Cuma satu kali” ditambah saya
masuk kelas IPS yang sedikit banyak ke bawa aura santainya, jadinya gini. Dan saya
harap, dengan keadaan seperti itu saya tetap fokus menjalankan UN dan semoga
mendapat nilai yang memuaskan, tidak sempurna tidak apa-apa yang penting
Memuaskan hati saya (kira-kira 50.00
sampai 51.00 lah *amin). Saya sudah tidak mau mengharap lebih karena saya sadar
usaha saya, biarkan nilai yang sempurna itu berpihak pada mereka-mereka yang
masih menganggap UN sangat penting dan telah rajin belajar,les, segala macem
buat ngejar target sempurna di UN. Amin.
Lalu apa sajakah Sisi Positif dan Negatif UN :
Positif :
- UN adalah ladang usaha para Bimbel-bimbel saat
ini, tanpa UN, Bimbel bakal tidak laku.
- UN juga ladang usaha bagi pengumpul soal-soal UN
tahun-tahun lalu, yang dijilid dan dijual lagi.
- UN sebagai cara evaluasi efektif bagi seluruh
siswa-siswi se-Indonesia, karena akibat ketidakrataan pendidikan.
- UN adalah alasan untuk kita mau tidak mau harus
mau belajar, menghafal dsb.
- UN membuat para siswa lebih ‘Greget’ lah untuk
sekolah.
Negatif :
- UN sebagai momok, yang kerjaanya bikin stres
orang
- UN sebagai sesuatu yang gak penting bagi mereka
yang sudah lelah belajar
- UN tidak cocok untuk standart kelulusan siswa
- UN sarana korupsi
Tips :
Pokonya jangan jadikan UN sebagai beban, dan juga jangan
meremehkan, Intinya jalani saja. Tetap rileks waktu ngerjakan, jangan belajar
kebut semalam, belajar ringan saja. Buat ritual peningkatan standart kemampuan
otak, berdo’a pada Allah dan jangan malu-malu minta bantuan malaikat Rokhib dan
Atid kalau kesusahan jawab soal, yah itu sedikit mempermudah lah.
Dengan menyebut nama Allah, Tuhan yang maha pengasih maha
penyanyang, semoga saya dan teman-teman kelas XII seluruh Indonesia lancar
mengerjakan UN dengan selamat, dan keberuntungan berpihak pada kita (saya
khususnya).
Amin
Sekian
Minggu, 09 Maret 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 22.32 with No comments
Arti hidup adalah tentang bagaimana dirimu menikmati hidupmu itu sendiri
Hari-hari berlalu, entah kapan akan berakhir. menemukan, mencari makna dan arti sesungguhnya hidup ini memang tak mudah. terlalu banyak tekanan, intimidasi atau sistem yang membuat manusia tak bisa "bebas" menikmati anugerahnya, malah menjadi hidup adalah sebuah kompetisi. adalah hal wajar, disamping globalisasi dan modernisasi yang membuat stratifikasi menjadi lebih terbuka, dan status menjadikan segala halnya menjadi buta.
Ada sedikit cerita, dimana ada pidato mahasiswa lulusan terbaik, di salah satu universitas di Amerika serikat, yang membuat saya cukup tercengang membacanya dan pas banget dengan kondisi saya sebagai anak kelas 12 yang penuh tekanan.
Ini dia pidatonya :
“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”
Hmmm… setelah membaca pidato wisudawan terbaik tadi, apa kesan anda? Menurut saya pidatonya adalah sebuah ungkapan yang jujur, tetapi menurut saya kejujuran yang “menakutkan”. Menakutkan karena selama sekolah dia hanya mengejar nilai tinggi, tetapi dia meninggalkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya dalam bidang lain, seperti hobi, ketrampilan, soft skill, dan lain-lain. Akibatnya, setelah dia lulus dia merasa gamang, merasa takut terjun ke dunia nyata, yaitu masyarakat. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, dia sendiri tidak tahu apa yang dia inginkan di dalam hidup ini.
Tekanan yang mengharuskan saya harus nilainya bagus di Ujian Sekolah, Ujian Nasional, nilai Matematika harus bagus, Bahasa Inggris, Ekonomi yang latar belakangnya nya pelajaran yang tidak aku suka sama sekali membuat pusing di pikiran. setelah saya membaca pidato tersebut saya jadi lebih mengerti. saya memang bodoh, nilai saya tak sebagus teman-teman saya. Namun di usia saya hampir mendekati 20 an, saya berhak memilih jalan hidup saya, jalan hidup yang tidak terpaksa. jalan hidup yang membuat saya menjadi diri saya.
Mungkin diantara anda, ada yang seperti berada dalam tekanan, terutama soal pendidikan? ingat, belajar adalah proses dimana kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. belajar bukan hanya soal menghafal rumus Matematika. belajar bukan hanya merangkum Bab-bab PKN,menghafal kurva Ekonomi, menghafal lapisan-lapisan atmosfer. dan Belajar bukan hanya mengejar nilai TERTINGGI demi mendapatkan cap ORANG PINTAR.
Belajar adalah tentang kita mampu menjalani, menikmati hidup ini. menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, menjadi diri sendiri yang bahagia menikmati hidup. Belajar adalah proses hidup itu sendiri, alur hidup.
Hidup ini akan terlalu singkat ketika kita terlalu memikirkan rencana-rencana ribet dan rumit yang kita susun rapi dan harapkan sempurna tentang hidup ini. Jalani saja, meskipun kenyataanya hidup tak mudah untuk dijalani.
Cari pengalaman yang banyak selama hidup, coba hal-hal yang baru. dan pada akhirnya hidup akan lebih komplit maknanya jika kita menjadi bermanfaat bagi orang banyak.
Saya memang tak sempurna,tapi saya akan berusaha menjadi diri saya sendiri
Hari-hari berlalu, entah kapan akan berakhir. menemukan, mencari makna dan arti sesungguhnya hidup ini memang tak mudah. terlalu banyak tekanan, intimidasi atau sistem yang membuat manusia tak bisa "bebas" menikmati anugerahnya, malah menjadi hidup adalah sebuah kompetisi. adalah hal wajar, disamping globalisasi dan modernisasi yang membuat stratifikasi menjadi lebih terbuka, dan status menjadikan segala halnya menjadi buta.
Ada sedikit cerita, dimana ada pidato mahasiswa lulusan terbaik, di salah satu universitas di Amerika serikat, yang membuat saya cukup tercengang membacanya dan pas banget dengan kondisi saya sebagai anak kelas 12 yang penuh tekanan.
Ini dia pidatonya :
“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”
Hmmm… setelah membaca pidato wisudawan terbaik tadi, apa kesan anda? Menurut saya pidatonya adalah sebuah ungkapan yang jujur, tetapi menurut saya kejujuran yang “menakutkan”. Menakutkan karena selama sekolah dia hanya mengejar nilai tinggi, tetapi dia meninggalkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya dalam bidang lain, seperti hobi, ketrampilan, soft skill, dan lain-lain. Akibatnya, setelah dia lulus dia merasa gamang, merasa takut terjun ke dunia nyata, yaitu masyarakat. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, dia sendiri tidak tahu apa yang dia inginkan di dalam hidup ini.
Tekanan yang mengharuskan saya harus nilainya bagus di Ujian Sekolah, Ujian Nasional, nilai Matematika harus bagus, Bahasa Inggris, Ekonomi yang latar belakangnya nya pelajaran yang tidak aku suka sama sekali membuat pusing di pikiran. setelah saya membaca pidato tersebut saya jadi lebih mengerti. saya memang bodoh, nilai saya tak sebagus teman-teman saya. Namun di usia saya hampir mendekati 20 an, saya berhak memilih jalan hidup saya, jalan hidup yang tidak terpaksa. jalan hidup yang membuat saya menjadi diri saya.
Mungkin diantara anda, ada yang seperti berada dalam tekanan, terutama soal pendidikan? ingat, belajar adalah proses dimana kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. belajar bukan hanya soal menghafal rumus Matematika. belajar bukan hanya merangkum Bab-bab PKN,menghafal kurva Ekonomi, menghafal lapisan-lapisan atmosfer. dan Belajar bukan hanya mengejar nilai TERTINGGI demi mendapatkan cap ORANG PINTAR.
Belajar adalah tentang kita mampu menjalani, menikmati hidup ini. menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, menjadi diri sendiri yang bahagia menikmati hidup. Belajar adalah proses hidup itu sendiri, alur hidup.
Hidup ini akan terlalu singkat ketika kita terlalu memikirkan rencana-rencana ribet dan rumit yang kita susun rapi dan harapkan sempurna tentang hidup ini. Jalani saja, meskipun kenyataanya hidup tak mudah untuk dijalani.
Cari pengalaman yang banyak selama hidup, coba hal-hal yang baru. dan pada akhirnya hidup akan lebih komplit maknanya jika kita menjadi bermanfaat bagi orang banyak.
Saya memang tak sempurna,tapi saya akan berusaha menjadi diri saya sendiri
Senin, 24 Februari 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 08.30 with No comments
Pagi pagi di rumah Bangka
Pagi pagi sudah diujung penantian
Pagi pagi aku pun tak tau harus pilih yang mana
Pagi pagi aku tak bermaksud ingin disanjung
Pagi pagi aku hanya ingin aku
Pagi pagi perasaan ini
Pagi pagi semua orang
Pagi pagi bayangan
Pagi pagi aku minta
Pagi pagi petunjuk-Nya
Pagi pagi ketenangan emosi dan batin
Pagi pagi tanpa pikir berlebih
Pagi pagi perasaan itu
Pagi pagi semakin kuat
Pagi pagi semakin dekat
Pagi pagi menjelang Siang siang
Siang ku daku harapkan sempurna
#SMADA, 24 Feb 2014#
Sabtu, 15 Februari 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 19.51 with 2 comments
" Janji adalah janji. Pikirkan sebelum berjanji "
Tibalah
suatu ketika, ketika Gagak betina tersebut bertelur, hanya sebutir. Kemudian
dierami lah telur tersebut hingga menetas. Tak lama kemudian lahirlah ke dunia
anak semata wayang kedua pasangan ini.
Hari
demi hari, waktu demi waktu kebahagiaan masih menyelimuti keluarga kecil ini, Sang
Raja sangat bangga pada anaknya yang digadang-gadang bakal meneruskan tahta
kerajaannya. Sang ratu juga tersenyum simpul melihat semangat berkobar dari
suaminya yang begitu membanggakan bayi lelakinya itu. “ Anak ini akan menjadi
gagak yang gagah melebihi daku “ ucap Sang Raja.
Akan
tetapi, satu bulan setelah anak gagak itu lahir, nampak keganjalan terjadi pada
anak gagak tersebut. Bulu yang tumbuh di badanya bukan hitam, melainkan putih.
Ya aneh, ada seekor Gagak berbulu putih. Berbagai cercaan,hinaan muncul dari
gagak-gagak lain di negeri tersebut. Sang Raja nampak sedih bahkan malu dengan
anak semata wayangnya itu. Ia tak menutupi kesedihannya, “ kenapa anakku berbeda dengan burung gagak
yang lain?” tanya Sang Raja kepada Langit. Kemudian terutuslah seekor merpati
putih menyampaikan sepucuk surat dari Langit. “ Anak ini istimewa, rawatlah
dia. Didiklah dia.” Begitu isinya.
Dengan
berbesar hati, Sang Raja merawat putranya yang “ cacat ” itu. dengan kasih
sayang.
2 tahun kemudian...
Sang gagak putih dengan gagahnya
tumbuh menjadi remaja yang penuh wibawa. Ayahnya sangat bangga kepadanya,
padahal dahulunya ia khawatir akan masa depan anaknya. Sang anak di didik
menjadi pemimpin yang bijaksana dan disiplin, berteguh pada janji. Ia sangat
mengharapkan kelak anaknya dapat meneruskan kepemimpinannya menjadi raja.
“
Menjadi seorang raja, janji adalah harga mati “ katanya penuh wibawa pada
anaknya.
Tiba
pada suatu masa, negeri tersebut mengalami gejolak. Kekeringan melanda negeri
tersebut. Perubahan keadaan secara drastis membuat gejolak di negeri tersebut
menjadi kuat. Konflik terjadi dimana-mana. Sang Raja tak kuasa melerai keadaan.
Ada pula rakyatnya yang meminta agar ia mundur dari jabatanya. Suasana semakin
menjadi tak kondusif, akhirnya Sang Raja turun tahta, kemudian ia menyerahkan
tahtanya kepada anak semata wayangnya, Gagak berbulu putih itu.
Sebulan
setelah Gagak putih diangkat menjadi raja, suasana kerajaan lambat laun mulai
membaik. Dengan kecerdasannya, ia membuat sebuah tanggul untuk mengatur
pengairan di kerajaan tersebut. Kerajaan sudah tak kering lagi, banyak rakyat
yang senang dengan kepemimpinannya. “ Pemimpin harus sigap, cepat dan tepat
menyelesaikan sebuah masalah “ ujar Sang Raja yang kemudian disambut tepuk
derai para rakyatnya.
1 tahun kemudian..
Apa pelajaran
yang ayahnya berikan padanya, ia terapkan pada kepemimpinannya. Dengan kecerdasan
yang ia miliki membuat kerajaan mengalami kemajuan, dan mengalami puncak
kejayaan. Kemiskinan sudah berkurang, kejahatan jarang terjadi, negeri tersebut
menjadi makmur. Akan tetapi Sang Raja tidak terlena, ia tetap siaga dalam
menjalankan kepemimpinannya.
Suatu hari, Raja mengutus para prajurit untuk menambang emas di sebuah bukit. Dengan kecerdasannyalah, ia mengetahui tempat-tempat mana yang mengandung emas, tak banyak gagak yang dapat mengetahui sumber emas tersebut. Sebelum prajurit berangkat menambang emas, Ia mengeluarkan sebuah titah. “ Emas ini untuk keberlangsungan rakyat, Barang siapa yang berani mengambil “ secuil ” emas itu, saya akan membunuhnya”. Semua pihak kerajaan tunduk pada titah raja.
Emas sudah terkumpul, hingga bergunung-gunung, akan tetapi muncul rencana dari ayah Sang Raja, ia sangat menginginkan emas tersebut yang sangat menggoda. Ia pun ingat dengan titah anaknya. Ia sempat berpikir “ Dia anakku, mana mungkin ia tega membunuhku jika aku ambil secuil emas itu “. Kemudian ia mengendap-endap mengambil emas tersebut, akan tetapi seorang pengawal mengetahui perbuatan Ayah Raja, dan melaporkannya kepada Sang Raja.
Dengan
terkejut Sang Raja mengetahui apa yang ayahnya lakukan. Ia kemudian menemui
ayahnya dan meminta kebenaran atas peristiwa tersebut. Sang Ayah yang awalnya
menampik, kemudian mengakui bahwa ia telah mencuri emas. Tetesan air mata
menetes dari mata Sang Raja. “ Maafkan Ayah, Baginda. Ayah khilaf, Ayah hanya
tergoda “. Keheningan menyelimuti kejadian itu, kemudian muncul sepatah kata
dari Sang Raja, sebuah titah. “ Besok pagi hari, kumpulkan rakyatku di istana “.
Kemudian Sang Raja pergi. “ Apakah kau mau mengampuniku Baginda? “ Teriak Sang
Ayah. Sang Raja berhenti dan berbalik “ Iya “. Ucap Sang Raja.
Tibalah
suatu pagi, rakyat telah berkumpul di depan istana dan masih bertanya-tanya apa
maksud mereka dikumpulkan. Sang Raja muncul dan menyampaikan sesuatu. “ Aku
hanya mengabdi untuk rakyatku “. Hening, ragu, entah. Keluarga kerajaan yang
berada di samping Sang Raja tak mengetahui apa yang beliau pikirkan. Akan tetapi,
dengan cepat Sang Raja mengambil sebuah pedang dari salah seorang prajurit,
kemudian ia tebaskan ke leher Ayahnya. “ Brekkk.. “ tubuh Sang Ayah tergeletak
dengan kepala terpisah. Seluruh gagak terkejut melihatnya, Air mata deras
mengalir di mata Sang Raja. Ibu Sang Raja berkata “ Apa yang kamu lakukan, kamu
membunuh ayahmu.!!! “. “ Janji ialah janji “ ucap Sang Raja.
Pengorbanan
yang besar. Sang Ayah yang dengan telaten menanamkan sikap kepemimpinan kepada
anaknya, mendidiknya, mengajarinya, mengasihinya dengan kasih sayang tulus,
menerima apa adanya “ cacat “ anaknya terbayar dengan tebasan pedang oleh Sang
Anak. Hidup memang tak adil, akan tetapi
janji ialah janji.
Senin, 27 Januari 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 19.12 with No comments
Kelabu Senja
Hujan rintik, angin sepoi melambai
Aroma khas tanah, setoples biskuit cokelat
Duduk termenung di depan buku dan pena
Pikiran melayang, bernostalgia
Alunan instrumen piano, semakin menambah rasa
Hujan membawa kenangan
Membawa pesan gambar
Gambar-gambar peristiwa terdahulu
Dahulu saat semua masih menyenangkan
Kesenangan itu sekarang sudah pudar
Pudar diterpa hujan
Secangkir cokelat panas, manisnya membumbui lamunan, kombinasi sempurna
Mengingat semua
Tersenyum-senyum sendiri
Girang-kegirangan
Kadang malah menusuk hati
Dan....
Adzan maghrib menghentikan nostalgia itu
Waktunya untuk menghadap-Nya
dalam
.
.
Kelabu Senja
20082013
-Tanah Pengharapan-
20082013
-Tanah Pengharapan-
Kamis, 02 Januari 2014
Posted by Aditya Wicaksono on 11.43 with 3 comments
Second page of 2014, Selamat Pagi
Hari ini saya mau memberikan info tentang atlit badminton dunia, kali ini tentang ganda campuran top Malaysia, Chan Peng Soon / Goh Liu Ying (25/24). pasangan ini terbentuk pada tahun 2008. sangat lama. di usianya yang cukup muda, Chan/Goh sudah menjadi andalan Malaysia di turnamen-turnamen tertentu.
Kalau melihat gaya permainan, Chan/Goh ini tipe bermain yang cepat di depan dengan bola-bola setengah lapangan yang di olah Goh, dan menghasilkan bola tinggi yang siap di gebuk Chan. Tipe permainan yang "Lawas". Akan tetapi, kesan energik kedua pemain menjadi bumbu sendiri yang membedakan Chan/Goh dengan pasangan lainya.
di tahun 2012 merupakan tahun emas bagi Chan/Goh, karena di tahun tersebut pasangan malaysia ini tampil sangat koooonsisten di QF,SF, Final bahkan Juara. sehingga tak khayal rankingnya yang semula belasan, merangkak menjadi top TEN dan akhir tahun 2012 naik ke ranking 3 Dunia.
menjadi Semifinal di Malaysia open 2012, All England 2012, Denmark Premier 2012, dan China Premier 2012, bukti bahwa ganda campuran malaysia ini tak bisa dianggap sebelah mata. Di bulan September 2012, Chan/Goh menggondol gelar Superseries pertamanya, Japan Open Superseries 2012 mengalahkan Rijal/Liliyana di final. di japan open, Chan/Goh berstatus sebagai unggulan 1 pertamanya di turnamen kelas superseries.
di akhir tahun 2012, Chan/Goh lolos untuk pertama kalinya ke Turnamen BWF Superseries Final. dimana hanya pemain top 8 yang mampu menembus turnamen ini. dan Chan/Goh berstatus unggulan 2 di SS Final karena ke konsistenan penampilan mereka sepanjang 2012. Chan/Goh menjadi andalan utama Malaysia setelah Lee Chong Wei dan Koo/Tan (Ganda Putra)
awal tahun 2013, Chan/Goh berhasil masuk Final Malaysia Open Superseries pertamanya, setelah tahun lalu hanya mampu ke babak semifinal. tapi gagal merebut juara dikalahkan Joachim/Pedersen dari denmark.
akan tetapi setelah Malaysia Open, penampilan Chan Peng Soon / Goh Liu Ying mengalami kemunduran. sampai kejuaraan dunia 2013 pun, Chan/Goh hanya mampu bertahan sampai babak kedua. di Japan Open 2013, Chan/Goh gagal mempertahankan gelar juaranya tahun lalu. hingga Desember, Chan/Goh hanya mampu bertahan dibabak awal. tetapi Chan/Goh tetap mampu lolos ke BWF Superseries Final 2013 di akir tahun dengan finish ke posisi 6. padahal tahun kemarin posisi 2.
2014 ini, saya memprediksi bahwa Chan/Goh tetap mampu bersaing dengan top 5 lainya : Zhang/Zhao , Tontowi/Liliyana , Joachim/Pedersen, Xu/Ma dan Chris/Gabrielle. namun sayang, akhir tahun kemarin Goh Liu Ying mengalami cedera dan harus operasi, dan memaksa Chan Peng Soon untuk berganti pasangan sementara. Semoga Chan menemukan pasangan yang tepat dan mampu meramaikan persaingan ganda campuran 2014 dengan China,Indonesia, Denmark dan Inggris.
Hari ini saya mau memberikan info tentang atlit badminton dunia, kali ini tentang ganda campuran top Malaysia, Chan Peng Soon / Goh Liu Ying (25/24). pasangan ini terbentuk pada tahun 2008. sangat lama. di usianya yang cukup muda, Chan/Goh sudah menjadi andalan Malaysia di turnamen-turnamen tertentu.
Kalau melihat gaya permainan, Chan/Goh ini tipe bermain yang cepat di depan dengan bola-bola setengah lapangan yang di olah Goh, dan menghasilkan bola tinggi yang siap di gebuk Chan. Tipe permainan yang "Lawas". Akan tetapi, kesan energik kedua pemain menjadi bumbu sendiri yang membedakan Chan/Goh dengan pasangan lainya.
di tahun 2012 merupakan tahun emas bagi Chan/Goh, karena di tahun tersebut pasangan malaysia ini tampil sangat koooonsisten di QF,SF, Final bahkan Juara. sehingga tak khayal rankingnya yang semula belasan, merangkak menjadi top TEN dan akhir tahun 2012 naik ke ranking 3 Dunia.
menjadi Semifinal di Malaysia open 2012, All England 2012, Denmark Premier 2012, dan China Premier 2012, bukti bahwa ganda campuran malaysia ini tak bisa dianggap sebelah mata. Di bulan September 2012, Chan/Goh menggondol gelar Superseries pertamanya, Japan Open Superseries 2012 mengalahkan Rijal/Liliyana di final. di japan open, Chan/Goh berstatus sebagai unggulan 1 pertamanya di turnamen kelas superseries.
di akhir tahun 2012, Chan/Goh lolos untuk pertama kalinya ke Turnamen BWF Superseries Final. dimana hanya pemain top 8 yang mampu menembus turnamen ini. dan Chan/Goh berstatus unggulan 2 di SS Final karena ke konsistenan penampilan mereka sepanjang 2012. Chan/Goh menjadi andalan utama Malaysia setelah Lee Chong Wei dan Koo/Tan (Ganda Putra)
awal tahun 2013, Chan/Goh berhasil masuk Final Malaysia Open Superseries pertamanya, setelah tahun lalu hanya mampu ke babak semifinal. tapi gagal merebut juara dikalahkan Joachim/Pedersen dari denmark.
akan tetapi setelah Malaysia Open, penampilan Chan Peng Soon / Goh Liu Ying mengalami kemunduran. sampai kejuaraan dunia 2013 pun, Chan/Goh hanya mampu bertahan sampai babak kedua. di Japan Open 2013, Chan/Goh gagal mempertahankan gelar juaranya tahun lalu. hingga Desember, Chan/Goh hanya mampu bertahan dibabak awal. tetapi Chan/Goh tetap mampu lolos ke BWF Superseries Final 2013 di akir tahun dengan finish ke posisi 6. padahal tahun kemarin posisi 2.
2014 ini, saya memprediksi bahwa Chan/Goh tetap mampu bersaing dengan top 5 lainya : Zhang/Zhao , Tontowi/Liliyana , Joachim/Pedersen, Xu/Ma dan Chris/Gabrielle. namun sayang, akhir tahun kemarin Goh Liu Ying mengalami cedera dan harus operasi, dan memaksa Chan Peng Soon untuk berganti pasangan sementara. Semoga Chan menemukan pasangan yang tepat dan mampu meramaikan persaingan ganda campuran 2014 dengan China,Indonesia, Denmark dan Inggris.
Chan Peng Soon / Goh Liu Ying ( Malaysia )
Waktu Final Malaysia Open 2013
Chan / Goh at BWF World Championships 2013
Semifinal China Premier 2012, Chan / Goh mengalahkan Tontowi / Liliyana
Chan / Goh at Japan Open SS 2012
at 2013 BWF Superseries Finals di Kuala Lumpur
Goh Liu Ying sangat modis...
Chan/Goh (kiri) menjadi Runner Up Malaysia Open 2013, Joachim/Pedersen (kanan) Juaranya
Goh Liu Ying / Chan Peng Soon pas opening Indonesia Open 2013, pakai batik!
Gelar Superseries Pertama Chan/Goh , Japan Open 2012
Langganan:
Postingan (Atom)













