Tampilkan postingan dengan label Tulisan Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Ringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2013

Orang sempurna itu FIKTIF...

Sempurna..
Adalah suatu kondisi dimana setiap orang menginginkanya. Tanpa cela, sesuai pengharapan. Sempurna dalam kehidupan seolah-olah menjadi suatu tujuan yang mutlak diinginkan setiap insan manusia, termasuk saya. Sempurna fisik, sempurna jiwa, sempurna akhlak.. sempurna..sempurna..sempurna.


Berandai-andai, kalau semua orang  hidupnya “sempurna”, terus apa yang disempurnakan? Kalau tidak ada yang disempurnakan, ya apa arti hidup ini. Datar dalam kesempurnaan. Tidak ada pelajaran hidup, rintangan hidup, hikmah hidup. Saya aja membayangkanya sudah pasti rasanya hambar, sehambar sayur sop tanpa bumbu dan sayuran. Kita telaah lagi, Allah menciptakan kehidupan ini pasti sudah memikirkan tujuanya, tujuanya agar kita bisa belajar. Belajar dari kehidupan, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas iman. Nah kalau kita dikasih hidup sempurna, terus menerus kita stagnan di titik optimum, kita tidak bisa mengintegralkanya lagi.  Terus kalau begitu kenapa Allah memberi kita hidup? Hahaha..Wallahualam.

Setelah saya menyimpulkan dari buku-buku yang saya baca, dari realita orang sekitar dan pengalaman. Ternyata orang sempurna itu Cuma ada di pemikiran subjektif kita. Di dunia nyata mah kagak ada? Bener gak?

Oke,menurut hasil olahan otak saya,  benar saja..orang sempurna itu cuman adanya di pemikiran doang. Misal si A merasa hidupnya flat, merasa kurang, minder atas kondisi fisiknya lalu melihat si B yang menurut dia sempurna dengan sudut pandang subjektifnya dia pintar,cakep, pandai bergaul, pokoknya sempurna lah menurut si A, otomatis si A iri dan ingin menjadi si B. Lalu padahal si B merasa dirinya kurang juga, dia merasa hidupnya kurang bergairah, fisiknya kurang sempurna melihat si C yang menurut si B sangat ngat ngat sempurna, dan si B kepengen jadi si C. Lalu si C merasa dirinya juga kurang sempurna, merasa krisis perteman lah..motivasi lah, kurang cakeplah, kurang pinterlah lalu melihat si D yang menurutnya Suangat sempurna blablabla.......dst sampai si Z. Si Z pun begitu, ia merasa minder dengan dirinya sendiri. Hidupnya yang tidak sempurna lalu melihat kehidupan si A yang menurutnya sempurna dan ingin bertukar kehidupan dengan si A. Lumayan ribet, tapi contoh tersebut memang ada di REALITA.  Saya pernah mengalami ketika saya menilai seseorang itu sangat sempurna. tapi orang yang saya nilai sempurna itu merasa dirinya belum sempurna dan menginginkan kehidupan orang lainya lagi yang menurutnya sempurna. Kalau menurut anda?

Saya sadar, bahwa manusia memiliki sifat “serakah”. Menginginkan ini itu tiada puasnya... bersyukur? Mencoba... tapi kenyataannya tidak semudah perkataan Mario Teguh dan Guru Agama. sulit banget bersyukur, terkadang masih iri lah..minder lah..pengen itu,gengsi,nafsu, haisshh memang ribet hidup ini, penuh dengan masalah dan pemikiran abstrak dengan tingkat keasaman yang tinggi.

Maka , dari hasil riset dan pengamatan yang dilakukan otak saya,menyimpulkan. TIDAK ADA ORANG YANG SEMPURNA, KARENA SEMPURNA ITU MILIK ALLAH SWT.
Sekian..

Kamis, 29 Agustus 2013

Jadi Pemimpi? Enak…Tapi Terkendala Realistis


Sebleret tulisan dari pikiran saya.....

Masa remaja memang masa yang paling ‘aneh’ sekaligus menyenangkan dalam kehidupan ini. Dimasa inilah ide-ide kreatif yang absurd muncul silih berganti. Dimasa ini pula lahir para pemimpi yang tidak sedikit dapat survive dari mimpinya dan mampu merealisasikan mimpinya dimasa dewasa. Ibaratkan kopi dan susu, kopi itu bagai orang dewasa, susu bagai anak-anak, nah remaja adalah kopisusunya. Dan ada satu warna yang pas untuk menggambarkan masa remaja, Abu-abu.

Masa remaja adalah masa yang paling enak untuk jadi pemimpi, karena selain kita memiliki banyak waktu senggang, kita juga belum ‘dipikul’ tanggungjawab besar seperti orang dewasa. Enaknya jadi pemimpi itu kita berasa kayak raja yang punya kerajaan sendiri dan serasa punya jin kayak di aladin itu, bebas minta ini itu, bebas mau kemana aja, bebas mau jadi apa saja. Enak? memang enak, enak banget malahan.

Ide-ide konyol pada suatu generasi malah muncul dari seorang pemimpi saat remaja. Ide membuat manusia bisa terbang? Jaman dulu mah bisa diketawain, malah disangka orang gila. nah sekarang bisa lihat kan? ada Pesawat terbang, malah ada juga JetMan yang bisa terbang serasa burung elang. Ide bisa bikin pintu kemana saja kayak doraemon? Terealisasikan! kan ada Internet. Mau keliling dunia tinggal Googling. Mau lihat suasana hutan afrika? Youtube banyak. Mau ketemuan sama orang yang tinggal jauh, Skype bisa. Aneh! Teknologi memang aneh. Mencoba membayangkan, entar 30-40 tahun teknologi kayak apa ya? ntar bisa-bisa ada pacar elektronik. atau ada makanan elektronik, bisa jadi kan? Semua muncul karena ‘MIMPI’.

Sekarang saya sedang berada dimasa-masa ‘indah’nya remaja. Ya 17 tahun. yang katanya orang umur paling so sweet, bahkan ada perayaan sweetseventeen. Katanya sweet, tapi nyatanya gak se-sweet yang dibayangkan *kebetulan saya single. Tapi percaya atau tidak, di umur saya tujuhbelas tahun ini, lebih enak untuk jadi pemimpi. hahaha.

Nah yang saya bingungin nih, Pemimpi sejati itu remaja atau anak-anak kah? Saya rasa anak-anak! Kenapa eh kenapa? karena mimpi anak-anak itu tidak terhalang sebuah halangan sangat besar. Yakni REALISTIS. Banyak dari anak-anak yang dengan ‘mudahnya’ bilang  ”Besok kalau udah gede mau jadi dokter, soalnya duitnya banyak”. Apalagi dengan muncul iklan merek kartu perdana, judulnya ‘Think again’ serasa dikaplok kanan kiri dah kalau lihat tuh iklan. Salah satu kalimatnya nih “Jadi orang gede itu menyenangkan, tapi susah dijalanin!” Jleb banget.

Nah saya pribadi juga demen nih mimpi, bukan mimpi itu ya *wkwkwk. Apalagi pas waktu tengah malam, jam 22.00-01.00 waktu paling pewe untuk mengkhayal. Saya mimpi kalau bisa keliling dunia, bisa lihat bulutangkis di China, bisa kerja punya duit banyak, punya keluarga kecil bahagia sejahtera, bulan madu ke Maladewa,  dan banyak yang gak bisa dituangkan semua dalam kata-kata. Tapi kesenangan itu drop seketika kalau ingat Realitas. Cara pikir realistis seakan menghadang mimpi-mimpi kita. Si Realistis pun seakan mengusir kita di kerajaan imajinasi kita. Dan di zaman modern ini semua serba Realistis.. mencret gak tuh.

Tapi ada satu hal yang bisa kita perbuat, minta tolong kepada Tuhan agar kita bisa survive dalam mimpi kita dan merealisasikanya dan menjadikanya REALISTIS.

Minggu, 09 Desember 2012

Khayalan yang berharap Kenyataan

Aku seneng banget yang namanya baca-baca atlas, fakta-fakta dunia dan sejenisnya. menurutku itu hal yang menyenangkan untuk di baca. secara gak langsung dengan baca itu serasa keliling dunia. bahkan aku punya bukunya, tentang ciri khas negara-negara di dunia, lumayanlah baca-baca sambil ngebayangin ada di negara itu. sebetulnya aku juga mau belajar bahasa-bahasa di dunia ini, tapi itu sulit. bahasa inggris aja belum jago bener, jepang nihil, jawa aja masih kagok. tapi dalam hatiku, aku sih tertarik sama bahasa belanda. gak tau kenapa. apa karena hampir mirip lah sama bahasa indonesia. mungkin aja aku bisa kerja ke belanda *amin. disana kan indonesia cukup familiar. atau mungkin bisa di bilang indonesianya eropa. masakan indo/jawa/sumatra juga familiar disana, bahasanya juga hampir-hampir mirip, bahkan ada sekolah yang mempelajari bahasa indonesia. lumayan kan buat tinggal ke sana. masalahnya duit, biaya hidupnya mahal banget. maklum negara maju. kalau negara di amerika aku suka Argentina ya mungkin, aku pengen liat live tari tango dengan musik ala latin yang renyah banget di telinga, terus berharap liat bola disana dengan gaya tiki-taka latinnya yang menarik. negara asia, yang aku sukai ada dua (selain indonesia) yakni china dan maladewa. china, aku pengen liat badminton disana, ke shanghai, tembok besar, makan dim sum, lalu ketemu lin dan sama wang yihan, minta foto deh. kalau ke maladewa jangan tanya sih, disana itu romantis banget. walaupun agak sama dengan indonesia, tapi at least maladewa lebih WOW dan keren abis, apa mungkin dampak dia negara persemakmuran inggris, jadi keren gitu. berharap sih indo juga sekeren maladewa. jadi gak perlu jauh-jauh kan. oke kalau afrika aku lebih tertarik mesir kalau enggak ya afrika selatan.

Kamis, 15 November 2012

Bayangkan !!

Bayangkan apabila di dunia ini tidak ada teknologi, gak ada laptop,hp,tv,motor,mobil,segala macem gadget, wifi, modem, *trus apalagi sebutin sendiri. Bayangkan coba ! betapa kita mati kutu gak ada kerjaan, kalo dolan gak ada motor,mobil,angkot,bis coba, bayangkan! trus gak ada hape,internet,e-mail, gimana caranya kita kontak dengan orang/saudara kita yang jauuuuhhh dari rumah kita. pakek surat? satu surat aja nyampenya sebulan.
Bayangkan juga kalo kita hidup di jaman bahula, garing,kriiukk abis dijamin. twitter ga ada, facebook ga ada, situs game online kaga ada, blog juga ga ada. hahaha.
Kalo teknologi kagak ada, buku,jam,baju(karna mesin jait kagak ada) juga gak ada, truss gimana coba! bayangkan, persis banget sama kehidupan bangsanya megantropus,
Tujuan saya ngepost artikel ini adalah mengingatkan agar kita bersyukur pada semua anugrah yang tuhan berikan pada kita semua, bukanya saya sok alim, tapi ya coba bayangkan sendiri. dan kita wajib mengucapkan terima kasih pada penemu-penemu teknologi,
Untuk mengakhiri post ini mari kita sejenak berdo'a (kalo yang islam baca al-fatihah) untuk para penemu teknologi yang sudah pergi mendahului kita *songong banget ya gue .
Oke sekian dulu saya nulis artikel yang gak penting ini, sampai jumpa

Rabu, 18 Juli 2012

Power Of Imagination

Imajinasi adalah suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Hanya manusia, bukan makhluk lain. Betapa baiknya Tuhan kepada kita. Kita bisa merasakan apa yang ada sekarang, masa depan, dan masa lalu. Imajinasi adalah suatu rasa yang fantastis yang tiada nilainya, suatu kebahagiaan batin, yang membuat kita dapat mensyukuri nikmatnya. Imajinasi adalah suatu potensi, yang mampu dikembangkan menjadi inovasi yang berguna bagi kehidupan peradaban manusia. Dan imajinasi adalah area di mana kita dan Tuhan saling terhubung. Terkadang, kita sering kali berimajinasi yang bersifat duniawi ( material, fisik, seks dll ) , tapi pernahkah kalian berimajinasi untuk Tuhan ? Betapa bodohnya kita, Tuhan sejak dulu sudah menciptakan jalan agar kita dengan-Nya saling terhubung, yakni imajinasi itu sendiri. Tapi kita malah melupakan-Nya dan tidak memanfaatkan "jalan" tersebut untuk lebih mendekat pada-Nya. Tujuan Tuhan menciptakan kita semata-mata hanya untuk beribadah pada-Nya. Maka manfaatkanlah imajinasi sebagai sarana yang ada agar saling terhubung dengan Tuhan, dan untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Senantiasa hidup akan aman dan damai dalam pelukan-Nya.


AdityaWicaksono